Minggu, 19 Juni 2011

Tumbuhan berpembuluh dan sistem pengeluaran pada tumbuhan


TUMBUHAN BERPEMBULUH DAN SISTEM PENGELUARAN PADA TUMBUHAN
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Keanekaragaman tumbuhan adalah perbedaan antara dua atau lebih tumbuhan yang berbeda jenisnya. Keanekaragaman ini tumbuhan dapat didasarkan pada adanya persamaan serta perbedaan cirri yang dimilikinya. Serta berbagai macam transportasi pada tumbuhan yang di bedakan menjadi beberapa cara.
B.     Perumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang maslah diatas, maka permasalahan dalam makalah ini dapat dirumuskan sebagai berikut : “ Bagaimana tumbuhan berpembuluh dan sistem pengeluaran pada tumbuhan” ?

C.    Tujuan Penulisan
Dari perumusan masalah diatas maka tujuan dari makalah ini adalah “ Untuk mengetahui bagaimana ” tumbuhan berpembuluh dan sistem pengeluaran pada tumbuhan”















BAB II
PEMBAHASAN

1.      TUMBUHAN BERPEMBULUH
            Tumbuhan berpembuluh merupakan tumbuhan yang lebih sempurna daripada tumbuhan tidak berpembuluh karena telah memiliki akar, batang, dan daun. Selain itu, juga telah memiliki pembuluh yang merupakan jaringan pengangkut. Jaringan pengangkut berupa dua pembuluh, yaitu pembuluh xilem dan pembuluh floem. Xilem berfungsi untuk menghantarkan air dan mineral dari akar ke daun, terdiri atas sel-sel mati. Floem mengangkut zat-zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh tubuh, terdiri atas sel-sel hidup.
Susunan tubuh tumbuhan berpembuluh lebih kompleks dibanding dengan tumbuhan tak berpembuluh. Sebagian besar tubuh tumbuhan vaskuler berdiferensiasi menjadi sistem akar di bawah permukaan tanah yang menyerap air dan mineral, dan sistem tunas (batang dan daun) di atas permukaan tanah tempat terjadinya fotosintesis. Dinding sel mengandung lignin, suatu bahan keras yang terdapat dalam selulosa, berfungsi memberi sokongan mekanis. Sel-sel pembuluh kayu memiliki dinding berlignin. Dengan demikian, selain sebagai pembuluh angkut, xilem juga berfungsi sebagai penyokong. Tumbuhan vaskuler diawali oleh tumbuhan vaskuler tak berbiji.
Tumbuhan berpembuluh ini terdiri atas dua kelompok, yaitu tumbuhan paku (Pteridophyta) dan tumbuhan biji (Spermatophyta). Tumbuhan biji dibagi lagi menjadi tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).
Dalam siklus hidup tumbuhan vaskuler tak berbiji terdapat generasi sporofit (2n) yang merupakan tumbuhan besar dan kompleks, sedangkan gametofit hanya berupa tumbuhan yang tumbuh di bawah permukaan tanah. Tumbuhan ini memiliki sperma yang berflagel, untuk sampai ke sel telur harus melalui lapisan berair. Oleh karena itu, tumbuhan vaskuler tak berbiji lebih umum ditemukan di habitat yang relatif lembap. Untuk lebih jelasnya kita pelajari siklus hidup tumbuhan pakis (paku) pada Gambar 7.6. Spora (n) keluar dari sporangium (1) , tumbuh menjadi gametofit (n) yang disebut protalium (2). Pada permukaan protalium terdapat anteridium dan arkegonium (3), terjadi fertilisasi dalam arkegonium yang menghasilkan zigot (4), terjadi mitosis dan tumbuh menjadi sporofit (5). Sporofit dewasa (2n) memiliki daun yang permukaan bawahnya berbintik-bintik disebut sorus (6) yaitu kumpulan sporangium. Di dalam sporangium terjadi pembelahan meiosis, terbentuk spora (n). Spora keluar dari sporangium (7). Apa perbedaan antara sporofit lumut dengan sporofit paku?
Pada Gambar 7.6, sporofit menghasilkan satu jenis spora saja, masingmasing spora berkembang menjadi gametofit biseksual yang memiliki dua organ kelamin, yaitu anteridium dan arkegonium. Tumbuhan yang menghasilkan satu jenis spora disebut tumbuhan homospora, sebaliknya tumbuhan heterospora menghasilkan dua jenis spora, yaitu megaspora dan mikrospora. Megaspora berkembang menjadi gametofit betina dengan arkegonium; sedangkan mikrospora berkembang menjadi gametofit jantan dengan anteridium. Di antara tumbuhan paku, satu-satunya yang heterospora adalah paku air. Berikut ini bagan homospora dan heterospora.
Tumbuhan vaskuler tak berbiji mendominasi pemandangan hutan selama masa Karbon, yang dimulai sekitar 360 juta tahun yang lalu. Ada tiga divisi tumbuhan vaskuler tak berbiji yang masih hidup saat ini, yaitu paku kawat, ekor kuda, dan paku sejati.




Paku Kawat
Banyak spesies paku kawat yang merupakan epifit pada pohon di daerah tropis, spesies lainnya tumbuh dekat tanah di dasar hutan, di daerah iklim sedang, meliputi daerah timur laut Amerika Serikat. Pada Gambar 7.8 tampak sporofit yang merupakan generasi diploid (2n). Tumbuhan kecil ini memiliki rizoma (batang dalam tanah) yang tumbuh horizontal, dan akan menjadi akar dan batang vertikal dan mengandung daun sejati yang memiliki jaringan pembuluh. Sporangia terletak pada daun khusus untuk reproduksi yang disebut sporofil.
Pada beberapa spesies, sporofil berkumpul pada ujung cabang membentuk struktur berbentuk gada, disebut strobili. Spora yang keluar dari sporangia akan tumbuh menjadi gametofit haploid yang tidak mudah terlihat, dapat hidup dalam tanah selama 10 tahun. Gametofit kecil itu tidak
berfotosintesis, makanan diperoleh dari fungi simbiotik. Pada spesies homospora setiap gametofit membentuk arkegonia dengan sel telur dan anteridia dengan sperma berflagela. Paku kawat heterospora membentuk gametofit jantan dan betina yang terpisah. Nama umum untuk paku kawat adalah lumut gada sesuai dengan bentuk strobilus yang menyerupai gada.

Paku Ekor Kuda
Divisi tumbuhan ini yang masih bertahan sampai saat ini hanya 15 spesies dari genus tunggal yang disebut ekor kuda (Equisetum debile), ditemukan di bumi belahan utara. Pada Gambar 7.9 tampak sporofit, pada ujung beberapa batang terdapat struktur mirip kerucut, yang mengandung sporangia. Pembelahan meiosis terjadi dalam sporangia, dan spora haploid dilepas, kemudian berkembang menjadi gametofit biseksual yang memiliki panjang beberapa milimeter. Apakah ekor kuda termasuk homospora atau heterospora?
Equisetum memiliki rizoma di bawah tanah tempat batang vertikal akan muncul. Batang lurus berlubang memiliki ruas-ruas, dan pada ruas tersebut akan tumbuh daun atau batang kecil. Epidermis mengandung silika, yang menyebabkan tumbuhan tersebut mempunyai tekstur berpasir. Dahulu orang menggunakan batang ekor kuda sebagai alat penggosok.

Paku Sejati
Dari semua tumbuhan vaskuler tak berbiji, paku sejati adalah tumbuhan yang paling beraneka ragam. Paku merupakan tumbuhan lapisan bawah di hutan-hutan tropis dan subtropis, mulai dari dataran rendah sampai ke lerenglereng gunung, bahkan ada yang hidup di air. Tumbuhan paku telah memiliki jaringan pembuluh yang terbentang dari akar, batang, sampai ke daun. Untuk mempelajari struktur tumbuhan paku, lakukan kegiatan berikut.
Akar tumbuh dari pangkal batang membentuk akar serabut, pada ujung akar terdapat tudung akar (kaliptra). Batang umumnya tumbuh di dalam tanah disebut rizoma (rimpang). Beberapa tumbuhan paku memiliki batang yang muncul di atas tanah, misalnya paku tiang (Alsophyla). Sebagian besar paku memiliki daun majemuk, bertulang daun yang bercabang-cabang, bertangkai panjang, memiliki mesofil dan stomata. Daun paku tumbuh seiring membukanya gulungan ujungnya yang melingkar seperti kepala biola. Beberapa daun paku merupakan sporofil yang mengandung sporangia pada permukaan bawahnya. Sporangia pada banyak paku tersusun dalam kelompok yang disebut sorus (jamak: sori) yang dilengkapi dengan alat yang menyerupai pegas, dapat melemparkan spora beberapa meter jauhnya. Jika sebuah sorus kita potong melintang, akan tampak bagian-bagian seperti tampak pada Gambar 7.10.
Kotak spora menghasilkan sel-sel induk spora yang kemudian membelah secara meiosis membentuk spora yang merupakan awal dari fase gametofit. Seperti tumbuhan lumut, paku pun mengalami pergantian turunan dalam siklus hidupnya. Pada awal pembahasan tumbuhan vaskuler tak berbiji telah dibahas tentang siklus hidup paku, lihat Gambar 7.6 serta penjelasannya. Berdasarkan gambar tersebut, apakah paku yang digambarkan itu homospora atau heterospora? Buatlah skema pergiliran turunan dalam siklus hidup paku homospora.
Salah satu contoh paku heterospora adalah selaginella, hidup di air. Paku ini mempunyai dua macam spora, yaitu mikrospora yang kecil berkelamin jantan dan makrospora yang besar berkelamin betina. Sporangium terletak di ujung cabang, dilindungi oleh daun-daun spora, disebut strobilus (jamak strobili). Pelajari siklus hidup selaginella pada Gambar 7.11.
Buatlah penjelasan siklus hidup selaginella berdasarkan Gambar 7.11, mulai dari fase 1 sampai dengan fase 13, pelajari skema berikut.
Tumbuhan paku yang paling sederhana adalah Psilotum. Tumbuhan ini memiliki jaringan angkut yang primitif dan penyerap makanannya masih berupa rizoid. Batang dan daun masih sederhana, seperti tampak pada Gambar 7.13.
Tumbuhan paku yang paling modern memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks, menyerupai tumbuhan biji. Secara umum, daunnya lebih lebar dan tulang daun bercabang. Paku ini banyak jenisnya, di antaranya dapat dilihat pada Gambar 7.14.
Diperkirakan tumbuhan paku adalah salah satu tanaman tertua. Tanaman ini pernah merajai bumi terutama pada periode karbon sehingga zaman itu disebut Zaman Paku. Pada waktu itu tumbuhan paku umumnya berupa pohon-pohonan berukuran raksasa dan membentuk hutan. Runtuhan tumbuhan paku tertimbun dalam air berawa di hutan-hutan sampai beberapa meter tebalnya, kemudian mengendap membentuk sedimen. Sekarang sisanya dapat kita gali sebagai batu bara. Banyak manfaat tumbuhan paku dalam kehidupan manusia, antara lain sebagai tanaman hias, untuk karangan bunga, bahan obat, pupuk hijau (Azolla pinnata bersimbiosis dengan Anabaena azollae yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara), bahan bangunan, dan alat penggosok.



2.      SISTEM PENGELUARAN PADA TUMBUHAN

TRANSPORTASI PADA TUMBUHAN

Transportasi tumbuhan adalah proses pengambilan dan pengeluaran zat-zat ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Pada tumbuhan tingkat rendah (misal ganggang) penyerapan air dan zat hara yang terlarut di dalamnya dilakukan melalui seluruh bagian tubuh. Pada tumbuhan tingkat tinggi (misal spermatophyta) proses pengangkutan dilakukan pembuluh pengangkut yang terdiri dari xylem dan phloem.
Tumbuhan memperoleh bahan dari lingkungan untuk hidup berupa O2, CO2, air dan unsur hara. Kecuali gas O2 dan CO2  zat diserap dalam bentuk larutan ion. Mekanisme proses penyerapan dapat belangsung karena adanya proses imbibisi, difusi, osmosis dan transpor aktif.
Imbibisi : merupakan penyusupan atau peresapan air ke dalam ruangan antar dinding sel, sehingga dinding selnya akan mengembang.  Misal masuknya air pada biji saat berkecambah dan biji kacang yang direndam dalam air beberapa jam.
Diffusi : gerak menyebarnya molekul dari daerah konsentrasi tinggi (hipertonik) ke konsentrasi rendah (hipotonik). Misal pengambilan O2 dan pengeluaran CO2 saat pernafasan, penyebaran setetes tinta dalam air.
Osmosis : proses perpindahan air dari daerah yang berkonsentrasi rendah (hipotonik) ke daerah yang berkonsentrasi tinggi (hipertonik) melalui membran semipermiabel. Membran semipermiabel adalah selaput pemisah yang hanya bisa ditembus oleh air dan zat tertentu yang larut di dalamnya. Keadaan tegang yang timbul antara dinding sel dengan dinding isi sel karena menyerap air disebut turgor, sedang tekanan yang ditimbulkan disebut tekanan turgor. Untuk sel tumbuhan bersifat selektif semipermiabel. Setiap sel hidup merupakan sistem osmotik. Jika sel ditempatkan dalam larutan yang lebih pekat (hipertonik) terhadap cairan sel, air dalam sel akan terhisap keluar sehingga menyebabkan sel mengkerut. Peristiwa ini disebut plasmolisis.
Transpor aktif : pengangkutan lintas membran dengan menggunakan energi ATP, melibatkan pertukaran ion Na+ dan K+ (pompa ion) serta protein kontraspor yang akan mengangkut ion Na+ bersama melekul lain seperti asam amino dan gula. Arahnya dari daerah berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Misal perpindahan air dari korteks ke stele.  

Pengangkutan Zat Melalui Xylem       
Pengangkutan zat pada tumbuhan dibedakan menjadi :
1.  Pengangkutan vaskuler (intravaskuler) : pengangkutan melalui berkas pembuluh pengangkut.
2.  Pengangkutan ekstravaskuler : pengangkutan air dan garam mineral di luar berkas pembuluh pengangkut. Pengangkutan ini berjalan dari sel ke sel dan biasanya dengan arah horisontal. Di dalam akar pengangkutan ini melalui :
     bulu akar    epidermis    korteks    endodermis    xylem.
     Penganngkutan ekstravaskluler dibedakan :
-    transportasi/ lintasan apoplas : menyusupnya air tanah secara bebas atau transpor pasif melalui semua bagian tak hidup dari tumbuhan (dinding sel dan ruang antar sel)
-    transportasi/ lintasan simplas : bergeraknya air dan garam mineral melalui bagian hidup dari sel tumbuhan (sitoplasma dan vakoula).
Air dan garam mineral akan diangkut ke daun melalui pembuluh kayu (xylem). Komponen utama penyusun xylem adalah elemen pembuluh (trakea) dan trakeid.
Trakea dan trakeid merupakan sel-sel yang mati karena tidak mempunyai sitoplasma dan hanya mempunyai dinding sel.
Sel trakea terdiri atas tabung yang berdinding tabal dan membentuk suatu pembuluh.
Sel trakeid merupakan sel dasar penyusun xylem, yang terdiri dari sel memanjang dan berdinding keras karena mengandung lignin. Pada beberapa tempat dinding sel trakeid terdapat bagian-bagian yang tidak menebal yang disebut noktah.
Selain trakea dan trakeid xylem juga mengandung sel parenkim (parenkim kayu) yang merupakan sel hidup dan berfungsi untuk menyimpan bahan makanan. Xylem juga mengandung serabut kayu yang berfungsi sebagai penguat (penyokong)
Proses pengangkutan air dan zat zat terlarut hingga sampai ke daun pada tumbuhan dipengaruhi oleh :
-    daya kapilaritas : pembuluh xylem yang terdapat pada tumbuhan dianggap sebagai pipa kapiler. Air akan naik melalui pembuluh kayu sebagai akibat dari gaya adhesi antara dinding pembuluh kayu dengan molekul air.
-    daya tekan akar : tekanan akar pada setiap tumbuhan berbeda-beda. Besarnya tekanan akar dipengaruhi besar kecil dan tinggi rendahnya tumbuhan (0,7  -  2,0  atm). Bukti adanya tekanan akar adalah pada batang yang dipotong, maka air tampak menggenang dipermukaan tunggaknya.
-    daya hisap daun : disebabkan adanya penguapan (transpirasi) air dari daun yang besarnya berbanding lurus dengan luas bidang penguapan (intensitas penguapan).
-    pengaruh sel-sel yang hidup

Tumbuhan mengeluarkan cairan dari tubuhnya melalui 3 proses, yaitu  :
1.     Transpirasi : adalah terlepasnya air dalam bentuk uap air melalui stomata dan kutikula ke udara bebas (evaporasi). Transpirasi dipengaruhi oleh :
Faktor luar, meliputi :
-    kelembaban udara : semakin tinggi kelembaban udara maka transpirasi semakin lambat. Pada saat udara lembab transpirasi akan terganggu, sehingga tumbuhan akan melakukan gutasi
-    suhu udara : semakin tinggi suhu maka transpirasi semakin cepat.
-    intensitas cahaya : semakin banyak intensitas cahaya maka transpirasi semakin giat.
-    kecepatan angin : semakin kencang angin maka transpirasi semakin cepat.
-    kandungan air tanah
Faktor dalam, meliputi :
-    ukuran (luas) daun
-    tebal tipisnya daun
-    ada tidaknya lapisan lilin pada permukaan daun
-    jumlah stomata
-    jumlah bulu akar (trikoma)
Jadi semakin cepat laju transpirasi berarti semakin cepat pengangkutan air dan zat hara terlarut, demikian pula sebaliknya. Alat untuk mengukur besarnya laju transpirasi melalui daun disebut fotometer atau transpirometer.
2.     Gutasi : adalah pengeluaran air dalam bentuk tetes-tetes air melalui celah-celah tepi atau ujung tulang tepi daun yang disebut hidatoda/ gutatoda/ emisarium. Terjadi pada suhu rendah dan kelembaban tinggi sekitar pukul 04.00 sampai 06.00 pagi hari. Di alami pada tumbuhan famili Poaceae (padi, jagung, rumput, dll)
3.     Perdarahan : adalah pengeluaran air cairan dari tubuh tumbuhan berupa getah yang disebabkan karena luka atau hal-hal lain yang tidak wajar. Misalnya pada penyadapan pohon karet dan pohon aren.

Pengangkutan Melalui Phloem
Air dan zat terlarut yang diserap akar diangkut menuju daun akan dipergunakan sebagai bahan fotosintesis yang hasilnya berupa zat gula/ amilum/ pati. Pengangkutan hasil fotosintesis berupa larutan melalui phloem secara vaskuler ke seluruh bagian tubuh disebut translokasi.
Untuk membuktikan adanya pengangkutan hasil fotosintesis melewati phloem dapat dilihat dari pada proses pencangkokan. Batang yang telah kehilangan kulit (phloem) mengalami hambatan pengangkutan akibat terjadinya timbunan makanan yang dapat memacu munculnya akar apabila bagian batang yang terkelupas kulitnya tertutup tanah yang selalu basah.
Beberapa tumbuhan menyimpan hasil fotosintesis pada akarnya atau batangnya. Pada umumnya jaringan phloem tersusun oleh 4 komponen, yaitu :
-    buluh tapis
-    sel pengiring
-    parenkim phloem
-    serabut-serabut



BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa Tumbuhan berpembuluh merupakan tumbuhan yang lebih sempurna daripada tumbuhan tidak berpembuluh karena telah memiliki akar, batang, dan daun. Yang memiliki 2 pembuluh yaitu xylem dan  floem. Tumbuhan berpembuluh terbagi dua kelompok, yaitu tumbuhan paku (Pteridophyta) dan tumbuhan biji (Spermatophyta). Tumbuhan biji dibagi lagi menjadi tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).

            Transportasi tumbuhan adalah proses pengambilan dan pengeluaran zat-zat ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Pengangkutan zat pada tumbuhan dibedakan menjadi 2 yaitu: Pengangkutan vaskuler (intravaskuler) dan Pengangkutan ekstravaskuler.
Tumbuhan mengeluarkan cairan dari tubuhnya melalui 3 proses, yaitu: Transpirasi, Gutasi, Perdarahan.




















Sintaksis dan Semantik dalam bahasa Indonesia


1)     Pengertian Sintasis dan Semantik Bahasa Indosesia
sintaksis bersal dari bahasa Belanda syntaxis. Sintaksis ialah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase. Tarigan(1984) mengemukakakn bahwa sintaksis adlaha salah satu cabang dari tata bahasa yang membicarakan struktur kaliamat, klusa, dan perasa, Misalnya :
Saya dan ali sedang menggambar  lukisan pemandangan ketika nenek Aminah sedang memasak nasik goreng.
            Contoh di atas dapat diklasifikasikan atasa :
Satu kalimat :
-          Saya dan Ali sedang menggambar  lukisan pemnadangan ketika nenek Aminah sedang memasak nasik goring.
Dua klausa :
1)      Saya dan Ali sedang menggambar lukisan pemandangan;
2)      Ketika nenek  aminah sedang memasak nasik  goreng
Enam frasa :
1)      Saya dan Ali
2)      Sedang menggambar
3)      Lukisan pemandangan
4)      Nenek Aminah
5)      Sedang memasak
6)      Nasik goreng










2)      Frase Bahasa Indonesia
a.       Pengertian
Frase adalah kelompok kata yang mendukung suatu fungsi(Subjek, predikat, pelengkap, objek dan keterangan)dan kesatuan makna dalam kalimat.

Jenis frase
Ramlan (1981) Membagi frase berdasarkan kesetaran distribusi unsure-unsurnya atas dua jenis, yakini frase endosentrik dan frase eksosentrik.
(1)   Frase endosentrik
Frase endosentrik yang di distribusi unsur – unsurnya setara dalam kalimat. Frase endosentrik terbagi atas tiga jenis :
(a)    Frase endosentrik koordinatif, yakni frase yang unsur – unsurnya setara, dapat di hubungkan dengan kata dan, atau, misalnya :
-          Kakek nenek
-          Suami isteri
(b)   Frase endosentrik atributif, yakni frase yang unsur – unsurnya tidak setara sehingga tidak dapat di sisipkan kata penghubung dan, atau, misalnya :
-          Buku baru
-          Sedang belajar
(c)    Frase endosentrik apositif, yakni frase yang unsurnya biasa saling menggantikan dalam kalimat tapi tidak dapat di hubungkan dengan kata dan dan atau, misalnya :
-           Almin, anak pak Darto     sedang membaca
-          -     , anak pak Darto         sedang belajar
-          Ahmad           -                    sedang belajar    
(2)   Frasa eksosentrik  adalah frase yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan semua unsurnya, misalnya :
-          Di pasar
-          Ke sekolah


Frase ditinjau dari segi persamaan distribusi dengan golongan atau katagori kata, frase terdiri atas : frase nominal,frase ferbal,frase ajektival,frase, fromina,frase numeralia.
1)      Frase ferbal adalah satuan bahasa yang terbentuk dari dua kata atau lebih dengan ferba sebagai intinya dan tidak merupakan kalusa.
Misalnya :
-          Kapal laut itu sudah berlabuh
-          Bapak saya belum pergi
2)      Frase nominal adalah dua buah kata atau lebih yang intinya dari nominal atau benda dan satuan itu tidak membentuk klausa.
Misalnya :
-          Kakek membeli tiga buah layang-layang
-          Amirudin makan beberapa butir telur itik
3)      Frase Ajektival adalah satuan gramatik yang terdiri atas dua kata atau lebih sedang intinya adalah ajektival ( sifat ) dan satuan itu tidak membentuk klausa:
Misalnya :
-          Ibu bapak ku sangat gembira
-          Baju itu sangat indah
4)      Frase Nomina adalah dua kata atau lebih yang intinya fronomina dan hanya menduduki  satu fungsi dalam kalimat.
Misalnya :
-          Saya sendiri  akan pergi ke pasar
-          Kamu semua akan pergi  studi wisata di Tator
5)      Frase Numarelia  adalah dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu fungsi dalam kaliamat namun satuan gramatik itu intinya pada numarelia.
Misalnya :
-          Tiga buah rumah sedang terbakar
-          Sepuluh bungkus kue akan dibeli



Klausa Bahasa Indonesia
Klausa adalah satuan dramatik yang unsur-unsurnya minimal terdiri atas Subjek, predikat dan maksimal unsurnya terdiri atas subjek - predikat – objek pelengkap- keterangan.
Misalnya :
-          Saya makan
-          Saya sedang makan nasi
-          Saya sedang makan nasi kemarin
-          Saya sedamh memasakkan nasi kakakku

Jenis Klausa
1)      Klausa nominal adalah klausa yang predikatnnya terdiri dari kata golongan nomina.
Misalnya :
-          Yang dibeli pedagang itu kayu
2.      Klausa verbal adalah klausa yang predikatnya terdiri dari kata kategori verbal, dan kluasa verbal terbagi atasa empat jenis, yaitu :
a.       Kalusa verbal yang Ajektif adalah kalusa yang predikatnya darimkata golongan verbal ynang termasuk kategori sifat sebagai pusatnya.
Misalnya :
-          Rumahnya sangat luas
b.      Klausa verbal intransitive adalah klausa yang predikatnya dari kata golongan kata kerja intransitf sebagai unsure intinya.
Misalnya :
-          Adikku sedang bermain-main di lapangan
c.       Klausa verbal yang aktif adalah klausa yang predikatnya dari kata golongan verbal yang transitif sebagai unsur intinya.
Misalnya :
-          Pamanku sedang mengajarkan IPS
d.      Klausa verbal yang reflektif adalah klausa yang predikatnya dari kata verbal yang  tergolong kata kerja reflektif.
Misalnya :
-          Mereka sedang mendinginkan diri.
e.       Klausa verbal yang resiprok adalah klausa yang predikatmnya dari kata golongan verbal yang termasuk kata kerja resiprok.
Misalnya :
-          Mereka tolong menolong di sungai
b.      Klausa bilangan adalah klausa yang predikatnya dari kata golongan bilangan.
Misalnya :
-          Kaki meja itu empat buah
c.       Klausa depan  adalah klausa yang predikatnya dari kata depan yang di awali kata depan sebagai penanda.
Misalnya :
-          Mobil itu dari Amerika


Kalimat Bahasa Indonesia
            Arti tata bahasa tradisional menyatakan bahwa  kalimat adalah satuan kumpulan kata yang terkecil yang mengandung pikiran yang lengkap, misalnya “ saya makan nasi “. Definisi tersebut tidak universal karena kadang kala ada kalimat yang terdiri atas satu kata tetapi maknanya dapat difahami secara lengkap, misalnya pergi !(Pergi dari sini sekarang juga ).
            Selain pendapat tersebut dalam tatat bahasa baku bahasa Indonesia  (1988) Dinyatakan bahwa kaliamat adalaah bagian terkecil, ujaran atau teks (wacana) yang mengungklapkan fikiran yang utuh secara kebahasaaan. Dalam wujud lisan, kalimat  di iringi oleh alunan titinada, disela oleh jeda, di akhiri oleh intonasi selesai, dan di ikuti oleh kesenyapan yang memustahilkan adanya perpaduan atau asimilasi bunyi. Dalam wujud tulisan kalimat dimulai dengan huruf capital dan di akhirir dengan tanda titik, tanda Tanya, atau tanda seru.


Jenis Kalimat            
            Dari segi  bentuk, kalimat dapat dikelompokkan atas dua jenis yaitu :
1.      Kalimat tunggal
Adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu pola ( SP, SPO, SPOK )atau kalimat yang hanya terdiri satu klausa.
            Contoh :  
-          Dia pergi.
-          Dia melempar mangga.
-          Ahmad perdi kepasar kemarin sore.
2.      Jenis Kalimat Tunggal
                        Jenis kalimat tunggal terdiri atas lima macam, yakni kalimat nominal, kalimat ajektival, verbal, dan kalimat preposisional. Kelima jenis kalimat tunggal tersebut adalah sebagai berikut :
a.       Kalimat Nominal adalah kalimat tunggal yang predikatnya dari kata benda.
Misalnya : Ibuku  petani sawah.
b.      Kalimat Verbal adalah kalimat tunggal yang predikatnnnya dibentuk dari kata kerja atau verbal.kaliamat verbal terdiri atas lima macam, yaitu kalimat verbal intransitif, ekatransitif, dwitransitif, semitransitif, dan pasif.
·         Kalimat intransitive adalah kalimat tunggal yang predikatnya tidak memerlukan objek. Contohnya Pak desa  belum pergi kekantor.
·         Kalimat Ekatransitif adalah kalimat tunggal yang predikatnya hanya memerlukan objek tanpa di ikuti pelengkap. Contohnya Saya makan nasi goring.
·         Kalimat Dwitransitif adalah kalimat tunggal yang predikatnya memerlukan objek dan pelengkap. Contohnya Ali membelikan adiknya baju tadi malam.
·         Kalimat Semitransitif adalah kalimat tunggal yang predikatnya dari semi transitif. Contohnya Amir kehilangan uang milyaran kemarin.
·         Kalimat Pasif adalah kaliamat tunggla yang predikatnya biasanya dari kata kerja yang berawalan Di-. Contohnya Rumah itu dibeli oleh pak Umar .
·         Kalimat ajektival adalah kalimat tunggal yang predikatnya dari kata sifat. Contohnya Rumahku besar sekali.
·         Kalimat Preposisional adalah kaliamt tunggal yang predikatnya dari akata depan. Contohnya tempat tingglanya di Makasar.



Kalimat tunggal dilihat dari segi maknanya :
1.      Kalimat berita, adalah kalimat yang digunakan bila kita ingin mengutarakan peristiwa yang kita alami atau yanmg di alami orang lain. Contohnya Ika pergi ke jakarta kemarin.
2.      Kalimat Tanya, adalah kalimat yang maksudnya atau fungsinya untuk menanyakan sesuatu, yang terdapat  tiga ciri, yaitu Menggunakan intonasi anya,  menggunakan kata atnay, menggunakan partikel Kah.
Jenis kata Tanya yang sering digunakan dalam kalimat Tanya dapat dikelompokkan  menurut sifatnya :
a.       Untuk menanyakan benda / hal : apa, untuk aoa, tentang apa.
Misalnya : apa yang kamu cari disini ?
b.      Untuk menanyakan manusia : Siapa, dengan siapa, untuk siapa.
Misalnya : Siapa yang kau cari kemarin sore ?
c.       Untuk menanyakan jumlah : Berapa, berapa banyak.
Misalnya : Berapa buku yang anda perlukan bulan depan ?
d.      Untuk menanyakan pilihan : Mana, yang mana.
Misalnya : Mana yang kau senangi, membeli baju atau celana ?
e.       Untuk menanyakan tempat : Di mana,Ke mana, Dari mana.
Misalnya : dimana Engkau berada sekarang ?
f.       Untuk menanyakan Temporal : Bila, kapan, Bilamana, apabila.
Misalnya : Bila Dia selesai studinya  di Unlam ?
g.      Untuk menayakan kuasalitas : Mengapa, apa sebab, akibat apa,.
Misalnya : mengapa anda tidak mau menjadi guru ?

Kalimat Tanya terdiri atas tiga macam :
a.       Kalimat tanya biasa adalah kalimat yang benar-benra menanyakan sesuatu.
b.      Kalimat tanya retoris adalah kalimat Tanya yang menggunakan cirri kalimat Tanya tetapi tidak perlu dijawab.
c.       Kalimat yang senilai perintah adalah bentuknya bertanya tapi maksudnya menyuruh


Kalimat Perintah
            Kalimat perintah adalah kalimat yang maksudnya menyuruh orang lain melakukan sesuatu. Misalnya pergilah ke sekolah !
Kalimat perintah menpunyai beberapa jenis :
1.      Suruhan, Misalnya:  pergi dari sini !
2.      Permintaan, misalnya : mohon buatkan meja kayu !
3.      Memperkenankan, misalnya : disilakan berangkat dahulu !
4.      Ajakan, misalnya Ayo makan sama-sama !
5.      Larangan, misalnya : jangan pergi hari ini !
6.      Bujukkan, misalnya : Tidurlah ibu menjagamu, sayang !
7.      Harapan, misalnya : semoga anda suskes !

Kalimat Seru
            Kalimat seru adalah kaliamt yang mengungkapkan perasaan kagum. Contohnya Sungguh cerdas anak itu !

3.      Kalimat Majemuk
            Kalimat majemuk adlah kalimat yang didalamnya terdapat lebih dari satu pola kalimat, misalnya : SP + SP, SPO + SPO ; atau kalimat yang di dalamnya terdapat induk kalimat dana nak kalimat. Contohnya Saya minum teh dan  Bapak minum kopi.( majemuk setara).
Kalimat majemuk terdiri atas tiga jenis :
1.      Kaliamat majemuk setara, terbagi  atas empat jenis :
a.       Kalimat majemuk setara penambahan, yaitu kaliamat majemuk setar a yang menggunakan kata-kata penghubung dan, lagi pula, serta. Misalnya : Adi belajar IPS dan Erni belajar IPA.
b.      Kalimat majemuk setara pemilihan adalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata penghubung atau, baik…. maupun.Misalnya Engkau mau pergi ke jakarta  atau pergi ke semarang ?
c.       Kalimat majemuk setara Perlawanan adalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata penghubung : Tetapi, namun, padahal. Misalnya Dia mau belajar, tetapi diberi hadiah dulu.
d.      Kalimat majemuk setara sebab – akibat adalah kalimat majemuk setara yang menggunakan kata penghubung :  Sebab, karena, berhubung, akibat.Misalnya Saya tidak pergi karena sakit.
2.      Kalimat majemuk bertingkat
            adalah kalimat yang terdiri dari atas dua pola kalimat atau lebih, satu sebagai induk kalimat ( diterangkan ) dan satu sebagai anak kalimat ( menerangkan ). Misalnya Rumah Kami kosong waktu penc uri masuk.
3.      Kalimat majemuk Campuran
            Adalah kalimat yang terdiri atas sebuah pola atasan dan sekurang-kurangnya dua pola bawahan, atau sekurang-kurangnya dua pola atasan dan satu atau lebih pola bawahan. Misalnya :
-          Universitas Negeri Makasar  telah melaksanakan seminar nasional tentang peningkatan mutu pendidikan, yang dihadiri Mentri Pendidikan Nasional, Gubernur Sulawesi selatan, pejabat tinggi lainnya, serta pencinta pendidikan di kota Makasar dan sekitarnya.














Semantik Bahasa Indonesia
            Berdasarkan pendapat para ahli, semantik pada dasarnya merupakan salah satu cabang linguistik yang mengkaji terjadinya berbagai kemungkinan makna suatu kata dan pengembangannya seiring dengan terjadinya perubahan dalam masyarakat bahasa.
Aspek – aspek yang di bahas dalam bidang semantik bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.

Diksi

            Diksi ialah pilihan kata yang tepat untuk mengungkapkan gagasan sehingga memperoleh efek tertentu (KBBI, 1997 : 233). Diksi menyangkut kecermatan dan ketelitian memilih sejumlah kata yang relatif sinonim dalam konteks tertentu sehingga dapat memberikan kesan yang khusus, estetis, dan tepat.  Misalnya penggunaan kata mati, meninggal dunia, wafat, tewas, mangkat, pulang ke rahmatullah, mampus, tutup usia, tutup mata.
Kaitannya dengan diksi atau pilihan kata, perlu di pahami dengan baik tentang perbedaan antara :
a. kata baku dan nonbaku
            kata baku ialah kata yang sesuai kaidah tatabahasa dan nonbaku ialah kata yang tidak sejalan
   standar kaidah bahasa yang tepat.
b. kata abstrak dan konkret
            kata abstrak adalah kata yang tidak mempunyai rujukan/objek yang jelas secara inderawi,
   sedang kata konkret ialah kata yang rujukannya berupa objek yang dapat diserap pancaindera atau
   nyata, misalnya :
   Abstrak : kesehatan, keadilan, dan kecintaan, dan sebagainya.
   Konkret : berdiskusi, buku, pesawat terbang, dan sebagainya.
c. Sinonim, antonim, homonim, homofon, homograf
            pengertian kelima istilah di atas menurut Keraf (1980) dan Tarigan (1986) adalah sebagai
   berikut.
(1)   Sinonim adalah kata yang tulisan dan lafalnya berbeda namun maknanya relatif mirip atau sama.
Contoh : Cerdas, pintar, cakap, cerdik, pandai, dan mahir.
(2)   Antonim adalah kata yang tulisan dan ucapannya sama sedang maknanya berlawanan.
Contoh : besar – kecil, tinggi – rendah, dan lain-lain.
(3)   Homograf ialah kata yang sama tulisan tetapi berbeda ucapan dan maknanya.
Contoh : mental (terpelanting) dengan mEntal (jiwa)
(4)   Homofon adalah kata yang relative sama bunyinya tetapi tulisan dan maknanya berbeda.
Contoh : bang (mobil) dengan bank (BRI)
(5)   Homonim adalah kata yang tulisan dan ucapan sama tetapi maknanya berbeda.
Contoh : bisa (dapat) dengan bisa (racun)




Jenis – Jenis Makna

            Jenis makna yang di maksud meliputi makna leksikal – gramatikal, makna lugas – kias, dan makna denotasi – konotatif.
a. Makna leksikal dan makna gramatikal
Makna leksikal adalah makna kata secara lepas tanpa ikatan dengan kata yang lainnya atau kata yang belum mengalami afiksasi (perulangan), misalnya makan, satu, mata.
Makna gramatikal adalah makna baru yang timbul akibat terjadinya peristiwa gramatika (pengimbuhan, reduplikasi, atau pemajemukan), misalnya makanan, satu-satu, matahari.
b. Makna lugas dan makna kias
            Makna lugas adalah makna yang acuannya (referen) cocok dengan makna dasarnya, misalnya kaki (alat berjalan), mata (alat melihat).
Makna kias adalah makna yang acuannya tidak sesuai dengan acuan dasarnya. Misalnya mata-mata (penyelidik), kaki tangan (orang suruhan dalam hal negatif).
c. Makna denotatif dan konotatif
            Makna denotatif adalah makna kata yang tidak mengandung nilai rasa (positif atau negatif), sedangkan makna konotatif adalah makna kata yang mengandung nilai rasa (positif atau negatif) misalnya kata pembantu, asisten, dan babu. Kata pembantu bermakna denotasi tetapi asisten dan babu bermakna konotasi positif dan negatif.


Perubahan Makna

            Perubahan makna terdiri atas enam jenis, yaitu :
(1) Meluas ialah kata yang maknanya menjadi luas pemakaiannya. Contoh :
      - Ibu dahulu hanya menunjukkan ibu kandung tetapi sekarang juga untuk memanggil semua
        perempuan dewasa.
(2) Menyempit ialah kata yang maknanya mengalami proses penyempitan penggunaannya. Contoh :
     - Sarjana dahulu di gunakan untuk semua orang cendekiawan tetapi sekarang hanya di gunakan
       untuk lulusan universitas.
(3) Amelioratif  ialah makna suatu kata yang semakin positif atau baik. Contoh :
     - kata gendut dan gemuk. Gemuk mengalami peninggian makna di banding gendut.
(4) peyoratif  ialah makna suatu kata yang mengalami penurunan nilai  atau semakin jelek.  Contoh :
     - buta di anggap lebih jelek di bandingkan tunanetra
(5) Sinestesia ialah perubahan makna yang terjadi akibat pertukaran tanggapan antara dua indera yang
      berbeda. Contoh :
     - kata “manis” (pengecap) tetapi dapat pula dipakai pada kalimat “perkataannya sangat manis
       (pendengaran).
(6) Asosiasi ialah perubahan makna yang terjadi akibat persamaan sifat antara makna yang lama dengan
     makna yang  baru, misalnya kursi dapat pula dipakai dengan makna jabatan.



































Kesimpulan (penutup)



Sintaksis ialah bagian atau cabang dari  ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase.
Sedangkan semantik adalah bagian dari struktur bahasa yang membahas makna suatu ungkapan atau kata atau cabang ilmu bahasa yang mengkaji antara lambang dan referennya.